Krisis lapangan kerja Indonesia makin terasa pada 2025. Pahami akar masalah, dampak ke anak muda, serta strategi bertahan yang realistis agar tetap maju di tengah situasi
Rekrutmen 1000 loker Damkar DKI Jakarta dibanjiri 20–25 ribu pelamar. Kenapa bisa membludak, dan apa makna fenomena ini bagi anak muda Indonesia? Simak analisis lengkapnya di sini.
Simak mengapa target “19 Juta Lapangan Pekerjaan” masih sekadar angan-angan. Artikel ini membahas sudut pandang para ekonom dan realitas pasar kerja Indonesia sambil memberi inspirasi bagi pelajar, mahasiswa, dan profesional muda yang ingin meningkatkan keterampilan.
Kesenjangan wilayah: pekerjaan berkualitas masih terpusat di Jawa, padahal bonus demografi datang, pelajari mengapa ketimpangan ini terjadi dan bagaimana pelajar, mahasiswa, dan profesional muda bisa menjadi agen perubahan demi pemerataan keterampilan dan kesempatan di seluruh Indonesia.
Mengapa banyak lowongan mewajibkan S1 namun gaji yang ditawarkan setara lulusan SMA? Artikel ini membahas urgensi fenomena tersebut di pasar kerja Indonesia dan peluang bagi kamu yang ingin berkembang lebih jauh.
Pendidikan Indonesia masih belum sejalan dengan kebutuhan dunia kerja, menurut praktisi. Temukan penjelasannya, solusi praktis, dan langkah nyata agar generasi muda siap bersaing.
Penasaran kenapa profesi seperti Data Analyst, AI Engineer, dan Developer jadi incaran utama di tahun 2025? Temukan alasannya dan bagaimana kamu bisa mulai mempersiapkan diri dari sekarang.
Analisis McKinsey Future of Work menegaskan bahwa 60 persen skill di dunia kerja pada 2025 sudah berbeda dari lima tahun lalu. Saatnya kamu upgrade kemampuan agar tidak tertinggal.
Data dari Kemenaker dan World Bank mengungkap bahwa hanya 11 persen pekerja Indonesia memiliki skill digital dasar. Pelajari fakta di balik angka ini, tantangan, dan strategi agar kamu tidak tertinggal di era digital.
Data dari Statista dan International Wage Report menunjukkan tukang las di Jerman bisa meraup sekitar Rp 65 juta per bulan. Sementara di Indonesia profesi ini masih dianggap kelas bawah. Apa sebab perbedaan besar ini dan bagaimana prospeknya bagi generasi muda?